![]() |
| Ilustrasi oleh danuhartu |
Terkisah pada suatu masa yang dulu pernah ada
Gelagak doa selalu terpanjat di kala pagi, siang, dan petang
mereka menghantar rupa, memupuk harap di tiap doa
Tak ada ramai, tak ada mula yang berakibat petaka
Hingga, datang dewi pembawa mimpi-mimpi sejagat raya
Ia berkata hidup manusia akan sengsara tak lagi bahagia
Percuma menengadah pada zat yang tak nyata
Hidup mereka akan sia-sia serupa jerami yang basah tak lagi berguna
Mata mereka terbuka, mulut mereka menganga
Sebegitu mudah percaya mereka terbawa
Dalam kata-kata tentang takdir hidup manusia
Sepanjang itu mereka tak lagi mengharap
Terkubang dalam carut marut ilusi yang fana
Mereka terjatuh, jauh masuk ke kenistaan dunia
Tuhan murka
Tuhan kecewa
Bah-Nya datang menghancurkan semua
jerit-jerit kesakitan menusuk pendengaran
Ratapan menjangkit di mana-mana
Tak ada ampun bagi penyekutu agama
kecuali ampunan-Nya datang menyelamatkan
Wahai manusia di dunia
Tertawalah ketika hunus pedang tak menembus
Meraunglah ketika remasan itu menghancurkan
Menangislah ketika pelukan hangat datang
Lembayung Tuhan senantiasa datang pada tangan-tangan yang menggapai liang-Nya
Penulis: Iklima Bhakti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sematkan nama dan instansi. Gunakan tutur bahasa yang baik dan sopan.