| Ilustrasi oleh Fotografer |
Tentang
asap dan sedikit udara
Ada
helaian nafas dari burung pagi yang sesak,
Sudah
waktunya bernyanyi, tapi enggan bernyanyi
Enggan
keluar mencari sebiji padi karena udara menyakiti
Namun
bersendekap di dalam sarang sungguh tak nyaman rasanya
Rasa
panas dan aroma ranting terbakar menyelinap pada paruh hidung peseknya
Kemudihan
menjalar pada buntut dan sekujur tubuh
Memekik
tak dapat memekik
Nampak
api bagi seekor ular phyton yang siap melumat tubuhnya
Menjalar-jalar
Mendesah-desah dengan bara
Anaknya
berbilang tanpa kata dengan tangisan
Burung
mengutuk pemusnah
Yang
mengganti ilalang dengan beton beton
Yang
mengganti sungai dengan sampah
Yang
menelanjangi bumi dengan napsunya
Izinkan
burung berbicara pada sang takdir
Sebagai
perwakilan makhluk untuk mengadili
Di
akhirat nanti petakamu terjadi
Pastilah
terjadi!
Burung
akan membakarmu di dalam sangkar jahanam….
Penulis adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Universitas Negeri Malang
Penulis: Ferry Yuli Rakhmanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sematkan nama dan instansi. Gunakan tutur bahasa yang baik dan sopan.