Jumat, 19 Februari 2016

Titik Jenuh 4

Ilustrasi oleh Fotografer

Tentang asap dan sedikit udara
Ada helaian nafas dari burung pagi yang sesak,
Sudah waktunya bernyanyi, tapi enggan bernyanyi
Enggan keluar mencari sebiji padi karena udara menyakiti

Namun bersendekap di dalam sarang sungguh tak nyaman rasanya
Rasa panas dan aroma ranting terbakar menyelinap pada paruh hidung peseknya
Kemudihan menjalar pada buntut dan sekujur tubuh

Memekik tak dapat memekik
Nampak api bagi seekor ular phyton yang siap melumat tubuhnya
Menjalar-jalar
Mendesah-desah dengan bara
Anaknya berbilang tanpa kata dengan tangisan
Burung mengutuk pemusnah
Yang mengganti ilalang dengan beton beton
Yang mengganti sungai dengan sampah
Yang menelanjangi bumi dengan napsunya

Izinkan burung berbicara pada sang takdir
Sebagai perwakilan makhluk untuk mengadili
Di akhirat nanti petakamu terjadi
Pastilah terjadi!
Burung akan membakarmu di dalam sangkar jahanam….





Penulis adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
Universitas Negeri Malang





Penulis: Ferry Yuli Rakhmanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sematkan nama dan instansi. Gunakan tutur bahasa yang baik dan sopan.