Sabtu, 20 Februari 2016

Diam Untuk yang Terkenang

Ilustrasi oleh hercampus

Aku memuntahkan rayuan pada secarik kertas yang kutemukan dari laci lusut
Di dalamnya terdapat rekaman deret potongan lagu yang kusebut
Dulu, aku hanya memutarnya pada malam dengan mata terpejam
Setelahnya, aku terbangun dan tak sengaja menatap wajah berbeda pada
orang yang sama

Pada mata itu, aku menemukan bahagia dalam mataku
Pada mata itu, aku menemukan mata jenuh dalam matamu

Lalu pada lembar kedua, aku bahkan menemukan gantungan jawab yang menjulur
Terombang abing pada keputusan untuk keluar atau menyimpan

Lalu pada lembar terakhir aku menemukan kertas putih
Aku berhenti menulismu
Sebab, tiada kata yang wajib kutulis selain diam pada kenang
Dan pada sudut kertas terakhir
Aku menemukan titik sebagai tanda berakhir

Teruntukmu yang terkenang




Penulis adalah mahasiswi jurusan Psikologi
Universitas Negeri Malang




Penulis: Ida Assyaida

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sematkan nama dan instansi. Gunakan tutur bahasa yang baik dan sopan.