Seorang gadis
dan lelaki yang tengah diselimuti rindu dan tanya tengah beradu tatap. Si gadis
yang tengah menitipkan tanya pada waktu, tak kunjung mendengar jawab. Si lelaki
yang sedang bergumul dengan ragu pun menyandarkan harapnya pada waktu yang tak
kunjung memberi pertanda. Baginya, mengungkapkan rasa adalah aib. Lalu, si pria
berjanji pada dirinya sendiri, “Baiklah, besok.” Esoknya si pria datang menemui
si gadis, namun sayang si gadis telah tiada.
Penulis adalah mahasiswi jurusan
Sastra Inggris
Universitas Negeri Malang
Penulis: Anggia Mirza
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sematkan nama dan instansi. Gunakan tutur bahasa yang baik dan sopan.