![]() |
| Ilustrasi oleh Pixabay |
Langkahnya
tak kunjung henti
sampai pada
waktu yang tak kunjung tiba
garis demi
garis di buat ‘tuk sekedar menandai
tentang
rindu yang menjadikannya abu
perkara yang
lebih rumit
ketimbang
semburatnya pekat kopi
ia tak lagi
mampu mengangkat kedua kakinya
serong ke
kanan ataupun ia bawa ke belakang
sedangkan ia
sedang belajar
bagaimana
menggerakkan tangan
mengangkatnya
hingga ke pipi
lalu ia
lekas pergi meninggalkan aroma mawar
kupikir tak
sengaja tertinggal
sedangkan
daun selalu lebih unggul dalam hal menunggu
entah itu hujan atau
matahari
Penulis: Achmad Fathoni

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sematkan nama dan instansi. Gunakan tutur bahasa yang baik dan sopan.