Jumat, 04 Maret 2016

Rindu yang Menjadikannya Abu

Ilustrasi oleh Pixabay


Langkahnya tak kunjung henti
sampai pada waktu yang tak kunjung tiba
garis demi garis di buat ‘tuk sekedar menandai
tentang rindu yang menjadikannya abu
perkara yang lebih rumit
ketimbang semburatnya pekat kopi
ia tak lagi mampu mengangkat kedua kakinya
serong ke kanan ataupun ia bawa ke belakang
sedangkan ia sedang belajar
bagaimana menggerakkan tangan
mengangkatnya hingga ke pipi
lalu ia lekas pergi meninggalkan aroma mawar
kupikir tak sengaja tertinggal
sedangkan daun selalu lebih unggul dalam hal menunggu
entah itu hujan atau matahari






Penulis: Achmad Fathoni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sematkan nama dan instansi. Gunakan tutur bahasa yang baik dan sopan.