Jumat, 04 Maret 2016

Tidak Ada Lagi

Ilustrasi oleh Mirada Profesional

Terang lampu menyorot di antara kepingan salju
Trem berhenti pada detik lebat bulan biru itu
Menggigil sendiri di peron yang sepi
Tak ada yang menjemput dengan sebuah payung hitam
Ia tersenyum saja
Mengabaikan rasa kecewa
Menanggalkan rasa putus asa

Gaunnya berkibar, anak rambutnya bergoyang
Pada pukul sepuluh itu ia menatap jalan beton
Ia rasa ini akan percuma
Tidak ada lagi kabar yang membawa cerita
Lagi-lagi dia menelan kecewa
Sekali lagi ia ditinggalkan tanpa berita

Konspirasi semesta mengganjal urat nadi
Sudah terlalu sering ia ditinggal pergi
Kadangkala ia tidak dianggap ada
Lalu buat apa selama ini ia ada?

Ia utuh seperti sukma
Menunggu ragu datang menyapa kalbu
Tapi, sadarkah ia bahwa ragunya sudah sering datang?
Cukup sampai di sini saja seharusnya
Tidak ada kata lagi
Mungkin sudah hilang kata lagi
Percuma ia menanti




Penulis: Iklima Bhakti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sematkan nama dan instansi. Gunakan tutur bahasa yang baik dan sopan.